Sehat, Berkualitas, dan Bersahabat
ID EN
Kembali ke berita
Kapan Waktu Tepat Mengganti Minyak Goreng? Kenali 5 Tanda-tandanya
Berita Nabati

Kapan Waktu Tepat Mengganti Minyak Goreng? Kenali 5 Tanda-tandanya

Diterbitkan 15 November 2025

Menggunakan minyak goreng berulang kali adalah praktik umum di banyak dapur untuk menghemat biaya. Minyak berkualitas tinggi seperti Nabati Cermelang memang memiliki stabilitas panas yang unggul, membuatnya lebih tahan lama dibandingkan minyak biasa.

Menggunakan minyak goreng berulang kali adalah praktik umum di banyak dapur untuk menghemat biaya. Minyak berkualitas tinggi seperti Nabati Cermelang memang memiliki stabilitas panas yang unggul, membuatnya lebih tahan lama dibandingkan minyak biasa. Namun, penting untuk diingat bahwa semua minyak goreng memiliki batas pakai. Menggunakan minyak yang sudah "rusak" atau terdegradasi tidak hanya akan merusak cita rasa masakan Anda, tetapi juga berpotensi membentuk senyawa berbahaya bagi kesehatan. Mengetahui kapan harus berhenti dan mengganti minyak adalah kunci masakan yang lezat sekaligus sehat.
Tanda pertama yang paling mudah dikenali adalah warna yang berubah gelap dan keruh. Minyak Nabati Cermelang baru seharusnya jernih dan berwarna emas bersih. Setelah beberapa kali pemakaian, partikel sisa makanan yang terbakar dan proses oksidasi akan membuat minyak menjadi cokelat gelap dan keruh. Jika minyak sudah terlalu pekat hingga Anda tidak bisa melihat dasar wajan, itu tanda pasti untuk menggantinya.
Tanda kedua adalah perubahan tekstur: minyak menjadi kental atau berbusa. Coba perhatikan saat Anda menuang minyak. Jika alirannya terasa lebih lambat dan lebih kental (viskositasnya meningkat) dari biasanya, itu pertanda struktur kimianya telah berubah. Tanda bahaya lainnya adalah jika minyak mengeluarkan banyak busa atau buih di permukaannya saat dipanaskan, bahkan sebelum Anda memasukkan makanan.
Tanda ketiga dan keempat dapat Anda deteksi sebelum memasak: bau dan asap. Hidung Anda adalah sensor kualitas yang hebat. Minyak murni yang segar seharusnya berbau netral. Jika minyak Anda mulai mengeluarkan bau tengik, asam, amis, atau bau "aneh" lainnya, jangan ragu untuk membuangnya. Selain itu, perhatikan titik asapnya. Jika minyak Anda menjadi cepat sekali berasap pada suhu yang jauh lebih rendah dari biasanya (padahal Nabati Cermelang punya titik asap tinggi), itu artinya minyak sudah terdegradasi dan tidak layak pakai.
Tanda kelima, dan yang paling merugikan, adalah rasa masakan yang berubah. Jika semua gorengan Anda—baik itu tempe, ayam, atau pisang—mulai memiliki "rasa" sisa yang sama, biasanya sedikit pahit atau tengik, itu berarti minyak tersebut sudah mencemari makanan Anda. Jangan korbankan cita rasa "cemerlang" hidangan Anda. Sebagai aturan umum, hindari penggunaan minyak untuk deep-frying lebih dari 3-4 kali, terutama jika digunakan untuk makanan bertepung atau berprotein